Bertengkar Gara-Gara Saling Sindir di TikTok, 4 Orang Cakar-Cakaran hingga Dimediasi Cak Sam

Bertengkar Gara-Gara Saling Sindir di TikTok, 4 Orang Cakar-Cakaran hingga Dimediasi Cak Sam

PALANGKA RAYA — Perselisihan bermula dari saling sindir dan tudingan saat siaran langsung (live) TikTok berujung pertengkaran hingga aksi cakar-cakaran. Empat orang akhirnya mendapat pembinaan dan dimediasi oleh Cak Sam Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (9/9/2026) malam.

Keempatnya terdiri dari tiga perempuan yang berprofesi sebagai dancer panggung hiburan, masing-masing Bunga (19), Mawar (19), dan Melati (19), serta kakak Bunga.

Perselisihan disebut bermula ketika Bunga dan Mawar yang sebelumnya tinggal dalam satu kos terlibat persoalan pembayaran tempat tinggal. Keduanya sebelumnya sepakat membagi biaya kos, namun kemudian muncul persoalan karena Mawar disebut belum membayar bagian biaya kos dengan alasan tidak memiliki uang.

 

Persoalan tersebut kemudian melebar ke media sosial. Saat melakukan live TikTok, Bunga disebut melontarkan sejumlah perkataan yang membuat Mawar merasa dipermalukan, termasuk menyebut Mawar sebagai janda.

Merasa tidak terima, Mawar kemudian membalas melalui live TikTok bersama Melati. Dalam siaran tersebut, keduanya disebut melontarkan tudingan dan perkataan yang menyerang pribadi Bunga.

 

Perseteruan di media sosial itu akhirnya berujung pada pertemuan langsung di depan kos. Bunga bersama kakaknya terlibat pertengkaran dengan Mawar dan Melati hingga terjadi aksi saling cakar.

Baca Juga :  Enam Kapolres dan Satu Kapolresta Berganti, Ini Daftar Nama Pejabat Baru Jajaran Polda Kalteng

Keributan bahkan berlanjut ke dalam kos. Kakak Bunga disebut menendang sekat triplek kamar kos Mawar hingga mengalami kerusakan.

Perselisihan tersebut akhirnya ditangani melalui mediasi dan pembinaan oleh Cak Sam Polda Kalteng. Keempat pihak diminta menyadari bahwa persoalan pribadi yang dibawa ke media sosial berpotensi memperbesar konflik dan menimbulkan masalah baru.

Setelah mendapatkan pembinaan, keempatnya akhirnya menyadari kesalahan masing-masing dan sepakat berdamai serta saling memaafkan.

Bunga, Mawar, dan Melati juga membuat klarifikasi melalui media sosial bahwa pernyataan yang disampaikan dalam live TikTok sebelumnya tidak benar.

Sementara itu, kakak Bunga menyatakan kesediaannya mengganti dan memperbaiki sekat dinding kamar kos Mawar yang rusak akibat kejadian tersebut.

Mediasi itu menjadi penyelesaian damai agar persoalan tidak kembali melebar dan menjadi konflik berkepanjangan.

Cak Sam Polda Kalteng mengingatkan, media sosial seharusnya digunakan secara bijak. Persoalan pribadi yang diumbar melalui siaran langsung dapat dengan cepat membesar dan berujung pada konflik di dunia nyata. (Red)