Gara-Gara Oknum Sopir Travel Main Dua, Biduan Dangdut dan Karyawati Berseteru, Cak Sam Polda Kalteng Turun Tangan

Gara-Gara Oknum Sopir Travel Main Dua, Biduan Dangdut dan Karyawati Berseteru, Cak Sam Polda Kalteng Turun Tangan

PALANGKA RAYA – Perselisihan antara seorang biduan dangdut asal Kota Palangka Raya dan karyawati toko di Binuang, Kalimantan Selatan, akhirnya berujung damai setelah dimediasi Cak Sam Polda Kalteng, Senin (24/8/2026).

Perselisihan tersebut diduga dipicu hubungan asmara seorang oknum sopir travel jurusan Banjarmasin–Palangka Raya dengan dua perempuan sekaligus.

Biduan berinisial Bunga (25) sebelumnya mengadukan persoalan tersebut kepada Cak Sam. Ia mengaku tidak terima setelah mendapat kata-kata kasar dari Mawar (26), yang diketahui telah menjalin hubungan dengan Kumbang (28), oknum sopir travel tersebut, selama sekitar lima tahun.

Menurut pengakuan Bunga, dirinya tidak mengetahui bahwa Kumbang telah memiliki kekasih. Saat pertama berkenalan, Kumbang disebut mengaku masih lajang.

“Waktu pertama kenal, Kumbang mengaku jomblo. Makanya waktu dia mengajak pacaran, saya mau. Sampai saya hamil dan bulan kemarin mengalami keguguran,” ungkap Bunga saat mencurahkan persoalannya kepada Cak Sam.

Persoalan semakin memanas setelah hubungan Bunga dan Kumbang diketahui oleh Mawar. Bunga mengaku mendapat perkataan yang dinilainya tidak pantas sehingga memilih meminta bantuan Cak Sam untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.

Baca Juga :  3 Karyawati Minimarket Ternama Dibina Cak Sam Usai Sebarkan Informasi Hoaks Rumah Tangga di Instagram

Merespons laporan tersebut, Cak Sam kemudian mempertemukan Bunga dengan Kumbang secara langsung. Sementara Mawar turut dihadirkan melalui sambungan video call untuk mengikuti proses mediasi.

Dalam pertemuan tersebut, Cak Sam memberikan pembinaan kepada ketiganya agar persoalan pribadi tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Setelah dilakukan komunikasi dan mediasi, ketiga pihak akhirnya sepakat mengakhiri perselisihan. Kumbang menyampaikan permintaan maaf kepada Bunga dan Mawar atas persoalan yang terjadi.

Bunga dan Mawar juga akhirnya saling memaafkan dan sepakat berdamai.

Cak Sam menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan secara kepala dingin dan tidak saling mempermalukan, terlebih persoalan tersebut berawal dari hubungan asmara pribadi.

Mediasi tersebut pun menjadi jalan keluar agar konflik antara ketiga pihak tidak berlanjut dan masing-masing dapat kembali menjalani kehidupan tanpa perseteruan.