Lima Anggota MPA Sabaru Kembali Selamat Usai Bertugas Tangani Karhutla di Hutan Sebangau

Lima Anggota MPA Sabaru Kembali Selamat Usai Bertugas Tangani Karhutla di Hutan Sebangau

PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH — Lima anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sabaru, Kota Palangka Raya, kembali dengan selamat setelah beberapa hari terlibat dalam penjagaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Sebangau, Kalimantan Tengah, Sabtu (20/9/2026).

Kelima anggota MPA Sabaru yang bermarkas di kawasan Kompleks Asabri tersebut bergabung dalam satu tim bersama jajaran Dinas Kehutanan dan personel pemadam kebakaran kehutanan.

Selama bertugas, mereka membantu melakukan pemantauan, penjagaan hingga penanganan titik-titik kebakaran di kawasan hutan.

Bagi MPA Sabaru, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman penting. Organisasi masyarakat yang baru terbentuk pada 2026 itu langsung mengambil bagian dalam upaya penanggulangan karhutla yang menjadi salah satu tantangan serius di Kalimantan Tengah, khususnya pada musim kemarau.

Di lapangan, para anggota menghadapi berbagai kondisi medan hutan serta potensi munculnya kembali titik api. Koordinasi dan kebersamaan dengan personel dari instansi terkait menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.

Ketua MPA Kelurahan Sabaru, Fajar, menyampaikan rasa syukur karena seluruh anggota yang diberangkatkan dapat kembali dalam keadaan selamat.

“Alhamdulillah, seluruh anggota yang ikut bertugas sudah kembali dengan selamat. Saya mengucapkan selamat datang kembali kepada rekan-rekan yang telah menjalankan tugas di lapangan,” ujar Fajar.

Baca Juga :  Kapolda Kalteng Tinjau Langsung Titik Api di Tjilik Riwut Km. 39 Palangka Raya

Menurut Fajar, keterlibatan anggota MPA dalam penanganan karhutla tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi organisasi yang masih tergolong baru.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi para anggota untuk semakin memahami pentingnya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Apa yang sudah dilakukan selama bertugas mudah-mudahan menjadi pengalaman yang berharga. Semoga ke depan teman-teman MPA Sabaru terus bisa berbuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” katanya.

Fajar menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah dan aparat tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, keberadaan MPA Sabaru merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam membantu menjaga lingkungan sekaligus mendukung upaya pemerintah menghadapi ancaman karhutla.

Ke depan, Fajar berharap semangat para anggota tidak hanya muncul ketika kebakaran terjadi, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan pencegahan serta edukasi kepada masyarakat.

“Yang paling penting bukan hanya memadamkan ketika api sudah muncul, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah agar kebakaran tidak terjadi. Semoga MPA Sabaru bisa terus hadir dan memberikan manfaat,” pungkasnya.(Red)