Suyudi Ario Seto: Kedaulatan Sejati Adalah Melindungi Generasi Muda dari Narkotika

Suyudi Ario Seto: Kedaulatan Sejati Adalah Melindungi Generasi Muda dari Narkotika

PALANGKA RAYA — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, melainkan bagian dari upaya kemanusiaan untuk menyelamatkan generasi masa depan.

Penegasan itu disampaikan Suyudi saat menghadiri Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah, Pemberian Penghargaan P4GN, dan Kuliah Umum di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026).

Di hadapan jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa, Suyudi menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, berintegritas, sekaligus memiliki ketahanan diri terhadap ancaman narkotika.

Menurutnya, ancaman peredaran narkoba saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah perkotaan. Jaringan narkotika telah menjangkau berbagai wilayah, bahkan hingga desa.

Suyudi mencontohkan temuan 45,96 gram sabu yang berkaitan dengan jaringan dari Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, hingga Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Dalam kasus tersebut, terdapat dugaan pengendalian jaringan dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya.

Temuan tersebut, kata Suyudi, menjadi peringatan serius bahwa kewaspadaan terhadap narkotika harus dibangun secara menyeluruh, dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, hingga masyarakat luas.

Karena itu, ia menilai keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN maupun kepolisian.

“Kedaulatan sejati tidak hanya berarti merdeka sebagai bangsa, tetapi mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.”

Baca Juga :  Perkuat Penanganan Karhutla, Polda Kalteng Produksi 1.607 Jerigen X-Fire

Suyudi mendorong penguatan berbagai pendekatan dalam menghadapi persoalan narkotika, mulai dari pencegahan dan rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan keluarga dan komunitas, hingga kolaborasi lintas sektor.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memiliki keberanian menolak narkotika. Sikap tersebut, menurutnya, merupakan bentuk pengetahuan, keberanian, sekaligus kemampuan mengendalikan diri.

Pesan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang ditegaskan Gubernur Agustiar Sabran. Menurut Agustiar, perang terhadap narkoba harus ditempatkan sebagai gerakan bersama untuk melindungi masyarakat dan generasi penerus.

“War on Drugs for Humanity atau Perang Melawan Narkoba untuk Kemanusiaan adalah semangat bersama untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi mendatang.”

Agustiar menegaskan tidak boleh ada ruang bagi narkoba di Kalimantan Tengah. Ia meminta pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi sesuai peran masing-masing.

Kehadiran Kepala BNN RI di Kalimantan Tengah sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi P4GN di daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang semakin tangguh terhadap ancaman narkotika dan mendukung lahirnya generasi yang sehat, produktif, berprestasi, serta berintegritas.

Dengan penguatan pencegahan sejak dini dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Kalteng diarahkan untuk semakin serius mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.(Red)