Cinta Sesama Jenis Berakhir Ricuh, Saling Unggah Ujaran Kebencian hingga Ancaman Pembunuhan, ,Tenang Cak Sam Turun Tangan
8PALANGKA RAYA – Hubungan asmara yang berakhir tak selalu berhenti pada perpisahan. Di Kalimantan Tengah, kisah hubungan sesama jenis antara dua pria justru berujung saling ancam, unggahan bernada kebencian di media sosial, hingga persoalan biaya rumah sakit.
Konflik tersebut melibatkan Kumbang (22), oknum karyawan rumah makan di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dan Tawon (26), oknum satpam perusahaan di Kabupaten Murung Raya.
Keduanya diketahui pernah menjalin hubungan selama sekitar satu tahun. Namun, beberapa pekan lalu, Tawon memutuskan hubungan tersebut. Keputusan itu ternyata tidak diterima Kumbang yang merasa telah mengeluarkan banyak biaya selama menjalin hubungan.
Perselisihan kemudian merembet ke media sosial. Kumbang mengunggah foto Tawon di Facebook disertai komentar yang dinilai mengandung ujaran kebencian.
Tak terima dipermalukan di media sosial, Tawon kemudian berangkat dari Murung Raya menuju Muara Teweh untuk menemui Kumbang. Dalam perjalanan, Tawon mengalami kecelakaan hingga mengalami patah tulang dan harus menjalani operasi.
Usai menjalani operasi, persoalan justru kembali memanas. Tawon meminta Kumbang mengganti biaya pengobatan yang disebut mencapai Rp22 juta. Namun, permintaan tersebut tidak disanggupi Kumbang.
Perselisihan kembali bergeser ke media sosial. Tawon disebut mengunggah ujaran kebencian sekaligus melontarkan ancaman akan membunuh Kumbang.
Merasa terancam, Kumbang akhirnya memilih meminta bantuan kepada Cak Sam Polda Kalteng.
Pada Sabtu (29/8/2026), Cak Sam kemudian mempertemukan keduanya secara virtual untuk melakukan mediasi sekaligus memberikan pembinaan agar konflik tidak semakin melebar.
Dalam mediasi tersebut, Cak Sam meminta keduanya menghentikan perseteruan dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik.
“Kalian harus kembali ke jalan yang benar dengan tidak menyukai sesama jenis. Kasihan orang tua kalian yang mengharapkan kalian menikah dan mempunyai keturunan,” ujar Cak Sam saat memberikan nasihat.
Cak Sam juga mengingatkan keduanya agar tidak menggunakan media sosial sebagai sarana untuk saling menyerang, menyebarkan ujaran kebencian maupun melontarkan ancaman.
Menurutnya, tindakan mengancam maupun menyebarkan konten yang melanggar hukum di media sosial dapat membawa konsekuensi pidana.
“Kalau ada masalah, selesaikan dengan cara baik-baik atau laporkan saja ke polisi. Biarlah polisi yang membantu menyelesaikannya,” tegasnya.
Mediasi virtual tersebut menjadi upaya untuk meredam konflik agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. Kedua pihak diingatkan agar menghentikan saling serang dan menempuh jalur hukum apabila masih terdapat persoalan yang belum terselesaikan.
Konflik asmara yang bermula dari sebuah hubungan pribadi itu pun akhirnya menjadi pelajaran: persoalan yang dibawa ke media sosial dan disertai ancaman justru dapat memperpanjang masalah serta berujung pada konsekuensi hukum. (Red)

