Gubernur Agustiar Kerahkan 2.000 ASN Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng

Gubernur Agustiar Kerahkan 2.000 ASN Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng

PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengerahkan lebih dari 2.000 aparatur sipil negara (ASN) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menghadapi kondisi karhutla yang masih terjadi sekaligus memastikan pemerintah hadir membantu masyarakat.

Pengerahan pasukan ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung Agustiar Sabran di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin (31/8/2026). Apel tersebut melibatkan ASN dari berbagai perangkat daerah bersama personel TNI dan Polri.

Dalam arahannya, Agustiar menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Ia meminta seluruh unsur mengedepankan koordinasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong di lapangan.

Menurutnya, kondisi karhutla yang dihadapi masyarakat saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan, melainkan momentum untuk bersama-sama mengambil langkah nyata memadamkan api dan mengurangi dampak asap.

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto: Kedaulatan Sejati Adalah Melindungi Generasi Muda dari Narkotika

“Api tidak akan padam dengan saling menyalahkan, asap tidak hilang dengan perdebatan. Yang kita perlukan semangat kerja sama, gotong royong, kolaborasi, semua elemen bergerak bersama,” tegas Agustiar.

Gubernur juga mengingatkan seluruh personel agar tidak mengabaikan keselamatan selama menjalankan tugas. Petugas diminta menggunakan alat perlindungan diri (APD), tidak bekerja seorang diri, serta mengikuti arahan koordinator atau komando di lapangan.

Kepala perangkat daerah juga diminta memastikan ASN yang ditugaskan memahami peran masing-masing, didukung perlengkapan dan logistik yang memadai, serta bekerja dalam koordinasi yang jelas.

Agustiar berharap pengerahan kekuatan lintas sektor tersebut dapat mempercepat penanganan titik-titik karhutla sekaligus membantu melindungi masyarakat dari dampak kebakaran dan kabut asap. (*/rls/red)